Gejala-gejala Serangan Jantung pada Wanita
Sumber: heart.org
![]() |
| penyakit jantung pada wanita |
Kita telah melihat adegan-adegan film dimana
seorang pria tercekat napasnya sambil memegangi dada dan jatuh ke lantai. Pada
kenyataannya, seorang korban serangan jantung bisa jadi adalah seorang wanita
dan adegan tersebut bisa jadi tidak sedramatis yang ada di TV.
“Walaupun pria dan wanita dapat
mengalami tekanan dada yang terasa seperti ada seekor gajah yang menduduki
dadanya, wanita dapat mengalami serangan jantung tanpa merasa adanya tekanan di
dada, ” kata Nieca Goldberg, M.D., direktur medis Joan H. Tisch Center for Women's Health di NYU Langone Medical Center dan seorang relawan American Heart Association. “mereka mungkin malah merasa sesak
napas, tekanan atau rasa sakit di daerah dada bagian bawah atau atas, pusing, kepala
terasa melayang/ringan atau pingsan, tekanan di punggung bagian atas atau
kelelahan yang sangat.”
Walaupun tanda-tandanya halus/tak
kentara, konsekuensinya dapat mematikan, khususnya jika korban tidak
mendapatkan bantuan segera.
‘Saya
pikir saya flu’
Walaupun penyakit jantung adalah pembunuh No. 1 bagi wanita, para wanita seringkali menghubungkan gejala-gejala serangan jantung dengan kondisi yang tidak terlalu membahayakan jiwa seperti kembung, flu atau efek penuaan normal.
“Mereka melakukan ini karena
mereka takut dan mereka mengedepankan keluarga mereka dahulu,” ujar Goldberg. “Masih
banyak wanita yang terkejut kalau mereka kemungkinan mengalami serangan jantung.”
Sebuah serangan jantung menyerang
seseorang sekitar hampir 34 detik. Serangan jantung muncul ketika aliran darah
yang membawa oksigen ke otot jantung hampir atau sepenuhnya terhenti. Ini
terjadi karena pembuluh arteri yang menyediakan darah ke jantung dapat
perlahan-lahan menjadi lebih tebal dan lebih keras karena adanya timbunan
lemak, kolesterol dan substansi lainnya (plak).
klik bila ingin melihat
animasi proses terjadinya serangan jantung.
Banyak wanita berpikir kalau
tanda-tanda serangan jantung tidak mungkin terlewat/salah diartikan — bayangan
gajah muncul di benak kita — namun sebenarnya tanda-tanda ini bisa jadi lebih
tak kentara dan terkadang membingungkan.
Anda bisa merasa ngos-ngosan atau
sesak napas, “seakan-akan Anda baru saja lari maraton, padahal Anda tidak
bergerak sama sekali,” jelas Goldberg.
Beberapa wanita yang mengalami
serangan jantung menggambarkan tekanan di punggung bagian atas yang terasa
seperti sedang diremas atau diliit tali, ungkap Goldberg. Rasa pusing, melayang
atau pingsan merupakan gejala lainnya yang menyertai serangan jantung.
“Banyak wanita saya lihat meminum
aspirin jika mereka berpikir mereka sedang terkena serangan jantung dan tidak
pernah menghubungi nomor panggilan darurat,” Goldberg melanjutkan. “Tapi bila
mereka berpikir tentang meminum aspirin untuk serangan jantung mereka, mereka
juga harus menelepon nomor darurat.”
Jaga
diri Anda
Penyakit jantung dapat dihindari. Cek kondisi jantung anda. Berikut adalah tips teratas dari Goldberg:
- Buat jadwal konsultasi dengan dokter Anda untuk mempelajari risiko pribadi Anda terkena penyakit jantung.
- Berhenti merokok. Tahukah Anda bahwa setahun saja setelah Anda berhenti merokok, Anda mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung koroner sebanyak 50 persen?
- Mulailah melakukan program olah raga. Hanya berjalan selama 30 menit sehari dapat menurunkan risiko Anda terkena serangan jantung dan stroke.
- Ubah menu makanan Anda sekeluarga bila perlu. Pelajari tentang alternatif pengganti bahan makanan, ide cemilan sehat dan metode masak yang lebih sehat. Misalnya, dengan unggas, gunakan daging yang lebih sedikit lemaknya (bagian dada) daripada daging yang lebih gelap dan berlemak (kaki dan paha), dan pastikan untuk mengupas kulitnya.
Tanda-tanda Serangan Jantung
pada Wanita
Jika
Anda memiliki tanda-tanda ini, jangan menunggu lebih dari lima menit sebelum
meminta bantuan. Hubungi nomor telepon darurat dan segera pergi ke rumah
sakit.
|






