Masalah Yang timbul akibat Tekanan darah tinggi


Masalah-masalah yang timbul akibat tekanan yang terlalu besar.


Pembuluh darah yang sehat terbuat dari otot dan jaringan semi-fleksibel yang melar seperti karet ketika jantung memompa darah melaluinya. Semakin kuat darah dipompa, semakin melar pembuluh darah agar darah makin mudah mengalir. Sejalan dengan waktu, jika jika tenaga yang mendorong aliran darah sering tinggi, jaringan yang membangun dinding pembuluh darah menjadi melar diluar kemampuan normalnya. Hal ini menimbulkan masalah dalam beberapa cara.


  • Kelemahan pembuluh vaskular
    Pertama, melar yang berlebihan menciptakan titik-titik lemah di pembuluh darah, menjadikan pembuluh darah makin rentan untuk pecah. Masalah-masalah seperti stroke dan anurisme (perdarahan) disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah.
  • Goresan luka vaskular
    Kedua, melar yang berlebihan dapat menyebabkan sobekan-sobekan kecil di pembuluh darah yang meninggalkan jaringan luka pada dinding pembuluh darah arteri dan vena. Sobekan-sobekan dan jaringan luka ini seperti jaring yang menangkap puing seperti kolesterol, plak atau sel-sel darah yang lewat dalam aliran darah.
  • Meningkatkan risiko gumpalan darah
    Darah yang terperangkap dapat membentuk gumpalan darah yang bisa mempersempit (dan terkadang menyumbat) pembuluh arteri. Gumpalan-gumpalan ini kadang terpecah dan menyumbat pembuluh darah dan suplai darah ke bagian-bagian tubuh yang berbeda. Ketika ini terjadi, seringkali menyebabkan serangan jantung atau stroke.
  • Meningkatkan penumpukan plak
    Prinsip yang sama berlaku bagi aliran darah. Kolesterol dan penumpukan plak di arteri menyebabkan aliran darah terbatas atau bahkan sepenuhnya terhenti. Ketika ini terjadi, tekanan bertambah di seluruh sisa sistem peredaran darah, memaksa jantung untuk bekerja  lebih keras untuk mengirimkan darah ke tubuh Anda. Ditambah lagi jika potongan-potongan plak terpecah dan terbawa ke bagian lain di tubuh, atau jika penumpukan ini sepenuhnya menyumbat pembuluh darah, terjadilah serangan jantung dan stroke.
  • Kerusakan jaringan dan organ akibat pembuluh arteri yang menyempit dan tersumbat
     Akhirnya pembuluh darah di sisi lain dari penyumbatan tersebut tidak mendapatkan cukup darah beroksigen yang segar, yang mengakibatkan rusaknya jaringan.
  • Meningkatnya beban kerja sistem pembuluh darah 
    Anggaplah seperti ini: di rumah yang beberapa keran airnya terbuka, tekanan air yang mengalir di satu keran, lebih rendah. Namun ketika pipa-pipa tersumbat sehingga menyempit, tekanannya jadi lebih besar. Dan jika seluruh air dalam rumah hanya mengalir melalui satu keran saja, tekanannya bahkan menjadi makin besar.
Ketika pembuluh darah arteri tidak elastis karena penumpukan kolesterol atau plak atau luka jaringan, jantung memompa lebih keras untuk mendorong darah kedalam pembuluh arteri. Seiring waktu peningkatan ini dapat menyebabkan rusaknya jantung. Otot-otot dan katup-katup jantung dapat menjadi rusak dan berujung pada gagal jantung.


Rusaknya pembuluh darah yang mensuplai darah ke ginjal dan otak dapat berdampak negatif ke organ-organ ini.



Anda mungkin tidak merasa ada sesuatu yang salah, namun TEKANAN DARAH TINGGI dapat MERUSAK JANTUNG, OTAK, MATA dan GINJAL Anda SECARA PERMANEN SEBELUM Anda merasakan GEJALA APAPUN. Tekanan darah tinggi seringkali berujung pada serangan jantung dan gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan konsekuensi kesehatan lainnya.


Artikel lainnya : Kolesterol
Baca Artikel Sebelumnya: Apakah Tekanan Darah Tinggi