Showing posts with label tekanan darah tinggi. Show all posts
Showing posts with label tekanan darah tinggi. Show all posts

HUBUNGAN GARAM / SODIUM DENGAN HIPERTENSI


MENGAPA GARAM/SODIUM MENYEBABKAN HIPERTENSI?
May 19, 2011 | Oleh Brady Williams


Sodium atau garam adalah mineral alami yang digunakan untuk menyeimbangkan cairan di tubuh Anda. Jika Anda mengkonsumsinya terlalu banyak dan ginjal Anda tidak sanggup menjaga tingkat garam dan cairan Anda seimbang, mineral dapat mulai menumpuk di darah, menyebabkan tekanan darah tinggi. Karenanya penting bagi Anda untuk memahami berapa banyak garam yang perlu Anda konsumsi tiap hari untuk menghindari masalah-masalah kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

APAKAH HIPERTENSI?
Tekanan darah ideal rata-rata adalah 120/80. Hipertensi adalah nama klinis untuk tekanan darah tinggi dan didiagnosa demikian jika tekanan darah Anda konsisten di pengukuran 140/90 atau lebih tinggi. Pengeluaran garam yang tidak cukup melalui ginjal berujung pada penimbunan garam dan air di tubuh Anda, yang meningkatkan volume darah dalam sistem peredaran darah Anda. Makin tinggi volume darah Anda, makin berat kerja jantung Anda. Peningkatan output jantung ini memperbesar tekanan pada pembuluh darah Anda dan merupakan penyebab tekanan darah tinggi.

FAKTOR-FAKTOR RISIKO
Hipertensi adalah kekacauan yang rumit dan asupan garam merupakan satu faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah Anda. Menurut PubMed Health, Anda berisiko lebih besar terkena hipertensi jika Anda berkulit hitam (African American), diabetes, obes, atau sering stress atau cemas; memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi; merokok; atau mengkonsumsi terlalu banyak garam. Jika Anda memiliki salah satu atau lebih faktor-faktor risiko ini, maka penting bagi Anda untuk mengurangi asupan garam Anda ke tingkat yang lebih sehat.

TAKARAN ASUPAN GARAM YANG DISARANKAN
Kadar asupan garam yang disarankan saat ini adalah 2,300 mg sodium per hari. Namun jika Anda berisiko tekanan darah tinggi atau jika Anda sudah mengidap tekanan darah tinggi, asupan Anda harus 1,500 mg atau kurang sodium per hari. Kadar ini akan menurunkan risiko berkembangnya hipertensi pada diri Anda dan juga bentuk lain dari penyakit jantung. Mencapai kadar ini mungkin terasa berat, karena banyak makanan di supermarket yang mengandung zat aditif tinggi sodium. Asosiasi Jantung Amerika menyatakan bahwa rata-rata orang Amerika mengkonsumsi 3,436 mg sodium per hari.

PERTIMBANGAN
Untuk menurunkan asupan sodium Anda, bacalah label pada makanan yang Anda makan dan pilih makanan yang rendah sodium dan tidak mengandung garam tambahan. Fokuskan diet Anda pada makanan alami seperti buah, sayuran, gandum utuh, daging tanpa lemak, biji-bijian dan kacang-kacangan. Hindari makanan yang diproses dan makanan siap saji. Sebagai tambahan, Anda perlu mempersiapkan makanan Anda sendiri, karena ini memungkinkan Anda untuk mengontrol garam yang perlu ditambahkan. Ganti garam dengan bumbu rempah atau daun-daunan beraroma, dan pikir dua kali sebelum Anda mengambil tempat garam.

REFeRENsi
·         MedlinePlus: High Blood Pressure
·           American Heart Association: Sodium (Salt Or Sodium Chloride)
·           PubMed Health: Hypertension
·           PubMed Health: Sodium In Diet
·           Harvard School of Public Health: Salt And Sodium


Artikel lainnya: Gaya hidup dan penyakit jantung
Baca Artikel Lain : Pencegahan dan Pengobatan Darah Tinggi

Pencegahan dan Pengobatan Darah Tinggi


Pencegahan & Pengobatan Darah Tinggi

Kebiasaan baik sangat membuat perbedaan! Pilihan gaya hidup yang sehat penting bagi pencegahan dan pengendalian darah tinggi.
Mulai hidup yang lebih sehat-jantung dari sekarang.
Pilihan Anda sangat membuat perbedaan!

Jika saya punya darah tinggi, apa yang harus saya lakukan untuk menjaga diri?
Ada 8 cara utama untuk Anda mengontrol darah tinggi Anda.
Yaitu:
  • Makan makanan yang lebih sehat, termasuk mengurangi garam
  • Nikmati dan lakukan aktivitas fisik secara rutin
  • Jaga berat badan yang sehat
  • Atasi stres
  • Hindari merokok
  • Patuhi pemakaian obat medis
  • Jika Anda minum alcohol, batasi jumlahnya
  • Pahami aturan keamanan berendam di air panas
Mengikuti gaya hidup sehat penting bagi pencegahan tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan untuk mengendalikannya. Anggap perubahan-perubahan ini sebagai "resep gaya hidup" dan upayakan untuk mematuhinya.
Bila Anda sudah didiagnosa memiliki hipertensi atau darah tinggi, atau Anda khawatir karena Anda memiliki beberapa faktor risiko untuk penyakit ini, pahami satu hal: walaupun tidak bisa disembuhkan, darah tinggi dapat dikendalikan.
Dengan mengikuti gaya hidup yang sehat-jantung, Anda dapat:
  • Mengurangi tekanan darah tinggi
  • Mencegah atau menunda perkembangan darah tinggi
  • Menigkatkan efektivitas obat-obatan darah tinggi
  • Menurunkan risiko terkena serangan jantung, penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal
     
Berikut yang perlu Anda lakukan:
  • Ketahui informasinya
    Dari semua orang yang terkena darah tinggi, lebih dari 20 persen tidak sadar mengenai kondisinya. Penyakit yang tak bergejala ini dapat membuat mereka terkena konsekuensi kesehatan besar. Apakah Anda salah satu dari mereka? Jika Anda tidak tahu, pergilah ke tenaga kesehatan profesional untuk dicek.
  • Lakukan bagian Anda untuk mencapai tujuan pengobatan Anda
    Pertimbangkan statistik tentang orang-orang yang diketahui memiliki darah tinggi ini:
    • 69.1 persen dalam penanganan
    • 30.9 persen tidak dalam penanganan walaupun mereka tahu bahwa tekanan darah mereka tinggi
Tidak ada level tekanan darah tinggi yang sehat. Jangan mengambil risiko hidup dan mati dengan penyakit ini. Sebaliknya, bertanggungjawablah! Kerja sama dengan dokter Anda untuk menentukan target pengobatan Anda dan buatlah rencana terbaik Anda untuk pencegahan dan pengendalian darah tinggi.

Stay Physically Active Graphic Text

 
  • Ubah hidup Anda dan kurangi risikonya
    Bahkan jika tekanan darah Anda normal (kurang dari 120 mm Hg sistolik DAN kurang dari 80 mm Hg diastolik)dan tujuan Anda hanyalah untuk pencegahan, modifikasi gaya hidup menyediakan resep untuk kehidupan yang sehat.

    Jika tekanan darah istirahat Anda ada dalam jankauan pra-hipertensi (angka sistolik- atas- antara 120 dan 139 mm Hg ATAU angka diastolik- bawah- antara 80 dan 89 mm Hg), dokter Anda akan menyarankan modifikasi gaya hidup.
Modifikasi gaya hidup itu esensial
Perubahan-perubahan ini dapat menurunkan tekanan darah Anda tanpa meminum obat.
  • Minum obat bila memang diresepkan untuk Anda
    Jika tekanan darah Anda 140/90 atau lebih, dokter Anda kemungkinan besar akan meresepkan obat sebagai tambahan dari modifikasi gaya hidup. Ikuti saran dokter Anda dengan seksama, bahkan jika ini berarti minum obat-obatan seumur hidup Anda. Darah tinggi adalah penyakit seumur hidup, dan dengan bekerja sama dengan tim dokter Anda, Anda dapat dengan sukses mencapai target pengobatan Anda dan menikmati manfaat hidup yang lebih sehat. Man Holding HBP Medication
Begitu program pengobatan Anda menjadi rutinitas, menjaga supaya tekanan darah tetap lebih rendah menjadi lebih mudah. Ingatkan diri Anda bahwa dengan mengendalikan tekanan darah Anda, Anda mengurangi risiko terkena serangan jantung, gagal jantung, stroke, penyakit pembuluh darah dan penyakit ginjal. Tingkat kematian dari penyakit-penyakit ini telah turun tajam, sebagian berkat penanganan tekanan darah tinggi yang dini dan lebih baik.
Mengendalikan tekanan darah merupakan komitmen seumur hidup; bersumpahlah untuk melakukannya mulai hari ini bagi Anda dan bagi orang-orang yang Anda sayangi. Dengarkan dokter Anda, baca informasi yang benar, dan lakukanlah berdasarkan informasi tersebut untuk hidup yang lebih sehat.

artikel lainnya: Hubungan andara sodium dan hipertensi
Baca Artikel lainnya: Apa Gejala darah Tinggi?

Apa Gejala Tekanan darah Tinggi?


Apa Saja Gejala Tekanan Darah Tinggi?

Jangan terjebak mitos. Anda mungkin tidak pernah merasakan ada gejala
Mitos Gejala-gejalanya
Ada kesalahan pengertian yang umum dimana orang-orang yang memiliki darah tinggi, disebut juga hipertensi, akan mengalami gejala-gejala seperti gelisah, berkeringat, sulit tidur atau muka memerah. Kenyataannya, penyakit darah tinggi kebanyakan merupakan kondisi yang TIDAK BERGEJALA. Jika Anda acuh terhadap tekanan darah Anda karena Anda pikir Anda akan merasakan gejala-gejala yang akan “memperingati” Anda, Anda mengambil pilihan yang berbahaya bagi hidup Anda. Semua orang perlu tahu berapa tensi mereka, dan semua orang perlu mencegah berkembangnya tekanan darah tinggi.
Mitos sakit kepala
Bukti terbaik menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi TIDAK MENYEBABKAN sakit kepala KECUALI pada kasus krisi hipertensif (hypertensive crisis) (angka atas/sistolik lebih dari180 ATAU angka bawah/diastolik lebih dari 110).
Serious Man Holding HeadDi awal tahun 1900an, diasumsikan kalau sakit kepala lebih umum dijumpai pada orang-orang yang bertekanan darah tinggi. Namun, riset tidak mendukung asumsi ini. Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang bertekanan darah tinggi tampaknya lebih jarang sakit kepala dibanding orang lain pada umumnya.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnl Neurology, orang yang tekanan darah sistoliknya (angka atas pada hasil pengukuran tensi) lebih tinggi, kemungkinannya lebih jarang merasa sakit kepala hingga 40 persen dibanding mereka yang hasil tensinya lebih bagus. Peneliti juga memperhatikan pengukuran lainnya yang disebut tekanan detak (pulse pressure), yaitu perubahan pada tekanan darah ketika jantung berkontraksi. Tekanan detak dihitung dengan mengurangi angka atas (sistolik) dengan angka bawah (diastolik). Mereka yang tekanan detaknya lebih tinggi, lebih jarang hingga 50 persen merasakan sakit kepala. Para peneliti berpendapat bahwa semakin besar angka tekanan detaknya, semakin kaku pembuluh darahnya. Makin kaku pembuluh darah, makin kecil kemungkinannya bagi ujung-ujung saraf bekerja dengan benar. Jika ujung saraf tidak berfungsi dengan benar, makin kecil kemungkinan orang tersebut merasa sakit.
Karenanya, sakit kepala atau tidak adanya sakit kepala bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk tekanan darah Anda. Sebaiknya, konsultasikanlah ke dokter dan kenali tensi Anda.
Mitos mimisan
Diluar kasus krisis hipertensif, mimisan bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk darah tinggi. Pada sebuah penelitian, 17 persen dari orang-orang yang ditangani untuk masalah darah tinggi darurat di rumah sakit mimisan. Namun, 83 persen dilaporkan tanpa gejala tersebut. Walaupun tercatat juga adanya orang-orang yang berasa di tahap awal darah tinggi lebih sering mimisan dibanding biasanya, ada penjelasan lain yang juga mungkin. Jika Anda sering mimisan (lebih dari sekali seminggu) atau jika mimisannya berat atau sulit berhenti, Anda harus konsultasikan ke dokter Anda.
Tetap ingat bahwa mimisan dapat disebabkan oleh beragam faktor, faktor yang palin umum adalah udara kering.Lapisan hidung terdiri atas pembuluh-pembuluh darah yag halus yang dapat berdarah dengan mudah. Di iklim yang panas seperti di gurun atau dalam ruangan berpemanas, selaput/membran hidung dapat menjadi kering sehingga membuat hidung lebih mudah berdarah. Penyebab lainnya termasuk meniup hidung Anda terlalu keras; kondisi medis seperti alergi, pilek, sinusitis atau sekat yang bengkok/miring; bisa juga akibat efek samping dari obat antikoagulan seperti warfarin atau aspirin.
Gejala-gejala tak meyakinkan lainnya
Anda sebaiknya tidak mencoba mengevaluasi gejala-gejala Anda sebagai upaya untuk mendiagnosa sendiri tekanan darah tinggi Anda. Diagnosa hanya dapat diambil oleh tenaga medis profesional. Beragam gejala mungkin secara tidak langsung berhubungan dengan tekanan darah tinggi namun tidak selalu disebabkan oleh darah tinggi, seperti:
  • Titik-titik darah di mata
    Ya, titik-titik darah di mata atau perdarahan subkonjungtif, lebih umum dijumpai pada  penderita diabetes atau darah tinggi, namun kedua kondisi tersebut tidak menyebabkan titik-titik darah. Apungan di mata tidak berhubungan dengan darah tinggi. Namun, dokter mata (ophthalmologist) mungkin dapat mendeteksi kerusakan saraf optik akibat tekanan darah tinggi yang tidak ditangani.
  • Wajah memerah
    Wajah merah muncul ketika pembuluh darah di wajah melebar. Wajah yang memerah seperti terbakar dapat muncul tak terduga atau sebagai respon terhadap pemicu-pemicu tertentu seperti sengatan matahari, udara dingin, makanan pedas, angin, minuman panas dan produk skin-care. Wajah memerah juga dapat muncul karena stress emosional, terpaan panas atau air panas, mengkonsumsi alkohol dan olah raga, semuanya dapat secara sementara meningkatkan tekanan darah. Walaupun wajah memerah dapat muncul ketika tekanan darah Anda lebih tinggi dibanding biasanya, darah tinggi bukanlah penyebab wajah memerah.
  • Pusing
    Walau bukan disebabkan oleh darah tinggi, pusing bisa jadi adalah efek samping dari beberapa obat darah tinggi. Bagaimanapun juga, rasa pusing tidak boleh diabaikan, apalagi jika Anda menyadari serangan mendadak. Pusing yang mendadak, hilang keseimbangan atau koordinasi dan sulit berjalan, semuanya merupakan tanda-tanda stroke. Darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama bagi stroke.
     
Gejala-gejala Krisis Hipertensif
Sebagaimana disebutkan diatas, hanya ketika hasil tensi menanjak hingga ke level yang berbahaya (sistolik 180 atau lebih ATAU diastolik of 110 atau lebih) baru gejala-gejala yang pasti dapat muncul. Tekanan darah setinggi ini disebut krisis hipertensif (hypertensive crisis), dan dibutuhkan penanganan medis darurat.
Sebagai tambahan dari haril tensi yang ekstrem, seseorang yang sedang terkena krisis hipertensif mungkin mengalami:
  • Sakit kepala yang hebat
  • Sangat gelisah
  • Sesak napas
  • Mimisan

Mengapa Tekanan Darah Tinggi harus diperhatikan


Mengapa Tekanan Darah Tinggi Penting
Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan masalah-masalah kesehatan serius. Konsekuensi potensial ini dapat mendorong Anda untuk menjaga pembuluh arteri Anda dan untuk hidup lebih sehat.

Apakah tekanan darah tinggi memang seberbahaya itu?
Ya, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat melukai atau membunuh Anda. Tekanan darah tinggi kadang disebut "the silent killer" karena tekanan darah tinggi tidak ada gejalanya, jadi Anda mungkin tidak menyadari kalau penyakit ini merusak pembuluh darah, jantung dan organ-organ dalam Anda.
Konsukensi kesehatan ini dapat terjadi seiring waktu ketika penyakit darah tinggi tidak ditangani, termasuk:
  • Kerusakan jantung dan pembuluh darah koroner, termasuk serangan jantung, penyakit jantung, gagal jantung, pembedahan aorta dan atherosclerosis (penumpukan lemak di pembuluh darah sehingga dinding pembuluh darah mengeras)
  • Stroke
  • Kerusakan ginjal
  • Kehilangan penglihatan
  • Disfungsi ereksi
  • Hilang ingatan
  • Cairan di paru-paru
  • Angina
  • Penyakit sekeliling pembuluh darah
Tapi ingat, ini bukanlah gejala-gejala penyakit darah tinggi. Darah tinggi adalah penyakit yang tidak bergejala kecuali pada kasus-kasus ekstrem yang disebut krisis hipertensi (hypertensive crisis). Ketika hasil pengukuran tensi naik hingga sistoliknya (angka atas) 180 atau lebih  —ATAU diastoliknya (angka bawah) 110 atau lebih —, segera hubungi penanganan medis darurat (UGD).
Orang-orang yang tekanan darahnya diatas 140/90 mm Hg (sistolik 140 atau lebih ATAU diastolik 90 atau lebih) biasanya menjadi pasien yang ditangani untuk penyakit kardiovaskular serius.
Close Up Of Woman Holding Temple
77%
orang Amerika yang ditangani karena stroke pertama, memiliki tekanan darah diatas 140/90
Man's Hands Grasping Chest
69%
orang Amerika yang terkena serangan jantung pertama, memiliki tekanan darah diatas 140/90
Nurse Pushing Gurney down Hospital Hall
74%
orang Amerika yang terkena lemah jantung memiliki tekanan darah diatas 140/90
Risiko Anda bahkan semakin meningkat jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan juga faktor-faktor risiko berikut:
  • Usia
  • Keturunan/bakat (termasuk ras)
  • Gender (laki-laki)
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Jarang/kurang beraktivitas fisik
Melalui penanganan dan pengurangan risiko tekanan darah tinggi, Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit ini.


Artikel lainnya : Apa gejala tekanan darah tinggi?
Baca Artikel Lainnya : Mitos tentang Darah Tinggi

Mitos tentang Darah Tinggi


Mitos mengenai Tekanan darah Tinggi

1) Mitos. Tekanan darah tinggi menurun dalam keluarga saya. Tidak ada yang dapat saya lakukan. Saya juga akan mendapatkannya.

Tekanan darah tinggi dapat menurun di keluarga. Jika orang tua atau keluarga dekat Anda punya tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda juga akan terkena. Namun pilihan-pilihan dalam gaya hidup telah memungkinkan banyak orang yang keluarganya memiliki bakat/keturunan darah tinggi menjadi terhindar. Perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya termasuk:
  • Makan makanan yang lebih sehat, termasuk mengurangi garam.
  • Menikmati aktivitas fisik (berolah raga).
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Mengatasi stress.
  • Hindari merokok.
  • Ikuti anjuran medis.
  • Jika Anda minum alkohol, batasi.
2) Mitos. Saya tidak pakai garam meja, jadi saya mengontrol asupan sodium saya dan tekanan darah saya tak terpengaruh.

Bagi beberapa orang, sodium dapat meningkatkan tekanan darah. Namun mengontrol sodium berarti lebih dari sekedar tidak memakai garam meja. Mengontrol sodium juga berarti memeriksa komposisi makanan, karena sodium yang kita konsumsi hingga 75%nya tersembunyi dalam makanan-makanan yang sudah diproses seperti saus tomat, sup instan, bumbu, makanan kaleng dan bumbu instan. Ketika membeli makanan yang siap saji dan sudah dipaketkan, baca komposisinya. Cari kata-kata "soda" dan "sodium" dan simbol "Na"; kata-kata ini menunjukkan adanya senyawa sodium (garam).

3) Mitos. Saya menggunakan garam laut untuk memasak, bukan garam meja biasa. Garam laut adalah pengganti garam rendah sodium.
Secara kimia, garam laut sama saja dengan garam meja – 40 persen sodium – dan hasil total penggunaan sodiumnya sama saja. Garam meja merupakan kombinasi dari dua mineral sodium (Na)  dan klorida (Cl).

4) Mitos. Saya merasa baik-baik saja. Saya tidak perlu khawatir dengan darah tinggi.

Lebih dari  76 juta orang dewasa di Amerika terkena darah tinggi
– dan kebanyakan daro mereka tidak tahu atau tidak mengalami gejala-gejala khasnya. Darah tinggi adalah serius. Jika tidak terkontrol, tekanan darah tinggi dapat berujung pada masalah kesehatan yang parah. Tekanan darah tinggi jiga merupakan penyebab stroke No. 1.
5) Mitos. Orang-orang dengan tekanan darah tinggi gelisah, mudah berkeringat, sulit tidur dan wajah mereka merah. Saya tidak memiliki saya pasti tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Banyak orang memiliki tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Darah tinggi sering juga disebut "the silent killer" karena tidak ada gejalanya, jadi Anda mungkin tidak menyadari bahwa darah tinggi ini merusak pembuluh arteri, jantung dan organ-organ Anda lainnya. Jangan sampai berbuat kesalahan dengan berasumsi ada gejala-gejala yang akan member tahu Anda akan masalah darah tinggi. Semua orang perlu tahu berapa tekanan darahnya. Diagnosa hanya dapat dibuat oleh tenaga kesehatan profesional.

6) Mitos. Saya membaca kalau wine (anggur) bagus untuk jantung, jadi saya dapat minum sebanyak yang saya mau.
Jika anda minum alkohol, termasuk anggur, konsumsilah dalam jumlah sedang. Konsumsi alkohol yang rutin dan berlebihan dapat secara dramatis meningkatkan tekanan darah. Alkohol yang berlebihan juga dapat mengakibatkan gagal jantung, menyebabkan stroke dan menghasilkan detak jantung yang tak beraturan. Alkohol yang terlalu banyak juga dapat memicu kadar trigliserida, kanker, obesitas,  bunuh diri dan kecelakaan, dan sangat nyandu. Jika Anda minum, batasi tidak lebih dari dua minuman per hari bagi laki-laki dan satu minuman per hari bagi perempuan. Umumnya, satu minuman sama dengan 350 ml bir, satu gelas anggur 120 ml, 44 ml liquor alkohol 80%, atau liquor alkohol 100%.

7) Mitos. Saya punya darah tinggi dan dokter saya memeriksanya untuk saya jadi saya tidak perlu memeriksanya sendiri di rumah.
Karena tekanan darah dapat naik turun, memantau dan mencatat pengukuran tekanan darah di rumah dapat menjadi informasi berharga bagi penyedia jasa kesehatan Anda untuk menentukan apakah Anda benar-benar punya tekanan darah tinggi dan, jika memang punya, apakah rencana pengobatan Anda bekerja. Penting untuk melakukan pengukuran tensi di waktu yang sama tip harinya, misalnya di pagi hari atau di malam hari, atau sesuai yang direkomendasikan tenaga medis profesional  Anda.

8) Mitos. Saya didiagnosa dengan darah tinggi dan saya sudah menjaga agar hasil ukuran tensi tetap rendah jadi saya berhenti minum obat-obatan saya.
Tekanan darah tinggi dapat menjadi penyakit seumur hidup. Ikuti saran dari tenaga kesehatan profesional Anda dengan cermat, bahkan jika berarti minum obat setiap hari seumur hidup Anda. Dengan bekerja sama dengan tim medis Anda, Anda dapat dengan sukses mencapai tujuan pengobatan Anda dan menikmati manfaat kesehatan yang lebih baik
Baca Artikel lainnya : Tekanan darah VS denyut nadi

Tekanan Darah VS Denyut Nadi


Tekanan Darah vs. Denyut Nadi
Jika denyut nadi saya sehat, apakah berarti tekanan darah saya normal?

Tekanan darah dan denyut nadi tidaklah sama. Pelajari perbedaannya.


 

Tekanan Darah
Denyut Nadi
Apakah itu?
Tenaga/gaya dari darah terhadap dinding pembuluh darah
Angka yang menunjukkan berapa kali jantung Anda berdetak per menit
Apakah satuan
pengukurannya?
mm Hg (millimeter mercury)
BPMs (beats per minute/detak per menit)
Apakah maksud angka-angka ini?
Mencakup dua pengukuran:
Tekanan sistolik
(angka atas):
Tekanan saat jantung berdetak dan mendorong darah kedalam pembuluh arteri
Tekanan diastolik
(angka bawah):
Tekanan saat jantung berelaksasi antar denyutan
Mencakup sebuah angka yang mewakili jumlah jantung berdenyut per menitnya
Contoh hasil pengukuran
120/80 mm Hg
60 DPM

Berikut adalah beberapa hal lainnya yang perlu diketahui mengenai hubungan antara tekanan darah dan denyut nadi.
  • Tidak ada hubungan baik antara denyut nadi dan tekanan darah.
    Mengukur denyut nadi tidak mengindikasikan tekanan darah tinggi atau rendah. Bagi orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi, tidak ada pengganti bagi mengukur tekanan darah.
  • Denyut nadi yang meningkat tidak menyebabkan tekanan darah Anda naik dengan kecepatan yang sama.
    Walau jantung Anda berdetak lebih sering semenitnya, pembuluh darah yang sehat membesar agar lebih banyak darah dapat mengalir dengan lebih mudah. Ketika Anda berolah raga, jantung Anda berdetak lebih cepat agar darah dapat mencapai otot-otot Anda. Mungkin saja bagi denyut nadi Anda meningkat dua kali lipat sementara tekanan darah Anda mungkin hanya meningkat sedikit.
  • Memeriksa denyut nadi Anda dapat mengukur aktivitas kardiovaskular dan penggunaan oksigen namun tidak dapat menggantikan pengukuran tekanan darah Anda.
    Jika Anda memeriksa denyut nadi Anda (mengukur detak jantung Anda) sebelum, selama dan setelah berolah raga, Anda akan menyadari bahwa denyut nadi Anda akan meningkat selama berolah raga. Semakin besar intensitasnya dan semakin besar energi yang diperlukan untuk aktivitas tersebut, detak jantung Anda akan semakin meningkat. Ketika Anda berhenti berolah raga, denyut nadi Anda tidak langsung kembali normal; denyut nadi Anda akan secara bertahap kembali ke level istirahatnya. Makin tinggi tingkat kesehatan Anda, makin cepat pula detak jantung Anda kembali normal. Angka-angka ini mungkin dapat membantu Anda memahami namun tidak dapat dihubungkan dengan tekanan darah Anda. Pelajari tentang target detak jantung Anda selama berolah raga dan bagaimana memonitornya
    .
Baca Artilek Lainnya : Darah tinggi Kritis

Darah Tinggi Kritis


Krisis Hipertensi
Tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis, dan kerusakan yang disebabkannya pada pembuluh darah dan organ umumnya muncul setelah bertahun-tahun.

Namun, mungkin saja tekanan darah naik secara cepat dan berat sehingga dianggap sebagai krisis hipertensi. Untuk mengurangi morbiditas (mudahnya terkena penyakit) dan mortalitas (kematian) di situasi ini, evaluasi dini dari fungsi organ dan peningkatan tekanan darah di level ini sangat menentukan penanganan yang tepat.

Krisis hipertensi dapat muncul sebagai hypertensive urgency (hipertensi urgen/mendesak) atau hypertensive emergency (hipertensi darurat). 


Hipertensi Urgen/Mendesak (Hypertensive Urgency)

Hypertensive urgency adalah situasi dimana tekanan darah naik dengan parah [180 atau lebih untuk tekanan sistolik (angka atas) atau 110 atau lebih untuk tekanan diastolik (angka bawah)], namun tidak ada kerusakan organ. Mereka yang mengalami hipertensi urgen mungkin mengalami atau mungkin tidak mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala berikut:
  • Sakit kepala yang parah
  • Sesak napas
  • Mimisan
  • Merasa sangat gelisah
Penanganan hipertensi urgen umumnya memerlukan penyesuaian ulang dan/atau peningkatan dosis obat minum, namun biasanya tidak sampai memerlukan rawat inap untuk pengurangan pesat tekanan darah. Pengukuran tekanan darah 180/110 atau lebih memerlukan evaluasi segera, karena evaluasi dini fungsi organ dan peningkatan tekanan darah di tingkat ini penting untuk menentukan penanganan yang tepat.


Hipertensi Darurat (Hypertensive Emergency)

Hipertensi darurat ditemukan ketika tekanan darah mencapai angka yang mengakibatkan rusaknya organ. Hipertensi darurat biasanya muncul saat tekanan darah melampaui angka sistolik 180 ATAU diatolik 120, namun dapat juga terjadi di angka yang lebih rendah pada pasien-pasien yang sebelumnya tidak pernah memiliki tekanan darah tinggi.

Konsekuensi dari tekanan darah yang tak terkontrol di jangkauan ini bisa parah dan mencakup
  • Stroke
  • Hilang kesadaran
  • Hilang ingatan
  • Serangan jantung
  • Kerusakan pada mata dan ginjal
  • Hilangnya fungsi ginjal
  • Pemotongan batang nadi
  • Angina (nyeri dada)
  •  Pulmonary edema (cairan di paru-paru)
  • Eclampsia
Jika hasil pengukuran tekanan darah Anda 180 atau lebih di atas atau 110 atau lebih di bawah, dan memiliki gejala kemungkinan organ rusak (nyeri dada, sesak napas, sakit punggung, mati rasa/lemah, perubahan penglihatan, sulit berbicara) jangan menunda hingga tekanan darah Anda turun sendiri. Segera cari bantuan medis. Jika Anda tidak dapat menghubungi tenaga medis darurat, minta seseorang segera mengantar Anda ke rumah sakit.

Masalah Yang timbul akibat Tekanan darah tinggi


Masalah-masalah yang timbul akibat tekanan yang terlalu besar.


Pembuluh darah yang sehat terbuat dari otot dan jaringan semi-fleksibel yang melar seperti karet ketika jantung memompa darah melaluinya. Semakin kuat darah dipompa, semakin melar pembuluh darah agar darah makin mudah mengalir. Sejalan dengan waktu, jika jika tenaga yang mendorong aliran darah sering tinggi, jaringan yang membangun dinding pembuluh darah menjadi melar diluar kemampuan normalnya. Hal ini menimbulkan masalah dalam beberapa cara.


  • Kelemahan pembuluh vaskular
    Pertama, melar yang berlebihan menciptakan titik-titik lemah di pembuluh darah, menjadikan pembuluh darah makin rentan untuk pecah. Masalah-masalah seperti stroke dan anurisme (perdarahan) disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah.
  • Goresan luka vaskular
    Kedua, melar yang berlebihan dapat menyebabkan sobekan-sobekan kecil di pembuluh darah yang meninggalkan jaringan luka pada dinding pembuluh darah arteri dan vena. Sobekan-sobekan dan jaringan luka ini seperti jaring yang menangkap puing seperti kolesterol, plak atau sel-sel darah yang lewat dalam aliran darah.
  • Meningkatkan risiko gumpalan darah
    Darah yang terperangkap dapat membentuk gumpalan darah yang bisa mempersempit (dan terkadang menyumbat) pembuluh arteri. Gumpalan-gumpalan ini kadang terpecah dan menyumbat pembuluh darah dan suplai darah ke bagian-bagian tubuh yang berbeda. Ketika ini terjadi, seringkali menyebabkan serangan jantung atau stroke.
  • Meningkatkan penumpukan plak
    Prinsip yang sama berlaku bagi aliran darah. Kolesterol dan penumpukan plak di arteri menyebabkan aliran darah terbatas atau bahkan sepenuhnya terhenti. Ketika ini terjadi, tekanan bertambah di seluruh sisa sistem peredaran darah, memaksa jantung untuk bekerja  lebih keras untuk mengirimkan darah ke tubuh Anda. Ditambah lagi jika potongan-potongan plak terpecah dan terbawa ke bagian lain di tubuh, atau jika penumpukan ini sepenuhnya menyumbat pembuluh darah, terjadilah serangan jantung dan stroke.
  • Kerusakan jaringan dan organ akibat pembuluh arteri yang menyempit dan tersumbat
     Akhirnya pembuluh darah di sisi lain dari penyumbatan tersebut tidak mendapatkan cukup darah beroksigen yang segar, yang mengakibatkan rusaknya jaringan.
  • Meningkatnya beban kerja sistem pembuluh darah 
    Anggaplah seperti ini: di rumah yang beberapa keran airnya terbuka, tekanan air yang mengalir di satu keran, lebih rendah. Namun ketika pipa-pipa tersumbat sehingga menyempit, tekanannya jadi lebih besar. Dan jika seluruh air dalam rumah hanya mengalir melalui satu keran saja, tekanannya bahkan menjadi makin besar.
Ketika pembuluh darah arteri tidak elastis karena penumpukan kolesterol atau plak atau luka jaringan, jantung memompa lebih keras untuk mendorong darah kedalam pembuluh arteri. Seiring waktu peningkatan ini dapat menyebabkan rusaknya jantung. Otot-otot dan katup-katup jantung dapat menjadi rusak dan berujung pada gagal jantung.


Rusaknya pembuluh darah yang mensuplai darah ke ginjal dan otak dapat berdampak negatif ke organ-organ ini.



Anda mungkin tidak merasa ada sesuatu yang salah, namun TEKANAN DARAH TINGGI dapat MERUSAK JANTUNG, OTAK, MATA dan GINJAL Anda SECARA PERMANEN SEBELUM Anda merasakan GEJALA APAPUN. Tekanan darah tinggi seringkali berujung pada serangan jantung dan gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan konsekuensi kesehatan lainnya.


Artikel lainnya : Kolesterol
Baca Artikel Sebelumnya: Apakah Tekanan Darah Tinggi