Showing posts with label stroke. Show all posts
Showing posts with label stroke. Show all posts

Tanda Gejala Stroke



Sangatlah penting untuk kita semua mengetahui apa itu tanda gejala stroke. dan ini tidak bisa ditunda lagi karena usia muda bukan menjadi jaminan adna terhindar dari bahaya stroke.
Tanda bahaya stroke harus diperhatkan dengan cermat karena sering tanda tanda berikut ini bisa terjadi dengan sangat cepat.
  • kebas pada wajah lengan atau kaki 
  • kebas pada salah satu sisi bagian tubuh
  • sulit berjalan tanpa dukungan atau sulit melihat dengan jelas
  • pusing
  • sakit kepala 


jika suatu saat orang di dekat anda mengalami tanda gejala stroke sepreti ini, segerakanlah untuk dibawa ke rumah sakit, ugd,  karena serang stroke bisa di obati kika ditangani dengan cepat. 3 jam pertama merupakan saat yang paling efektif untuk mengatasi serangan stroke.  
ada juga yang namanya T.I.A (transient ischemic attack) atau serangan iskemik sementara atau sering juga disebut dengan stroke ringan. ini sering dianggap sepele karena tidak terlalu berbahaya, namuns esungguhnya ini juga merupakan tanda akan stroke yang lebih besar di kemudian har.i. oleh karenanya segera mendapatkan bantuan medis dan perawatan yang tepat untuk menghindari stroke yang lebih besar.
itulah tanda gejala stroke yang harus kita cermati, jika anda melihat dan segera bertindak bisa jadi anda akan menyelamatkan nyawa seseorang itu..


sharing is caring.

Stroke, Membunuh Diam-diam


Stroke termasuk salah satu penyakit berbahaya yang membunuh secara diam-diam (sillent kill­er), paling tidak menyebabkan kecacatan. Dari data WHO, World Health Report tahun 2004, diketahui bahwa sebanyak 30 persen dari total kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke. Di Amerika saja, negara adidaya dengan kesadaran kesehatan masyarakat yang cukup tinggi, setiap menit satu orang terkena stroke.


Menurut Dr. Muhammad Kurniawan SpS, dokter spesialis saraf dari RSCM - FKUI, Jakarta, dalam sebuah wawancara dengan sebuah media ibu kota, stroke merupakan gangguan pada pembuluh darah otak yang menyebabkan munculnya gejala neurologis. (Republika, 14 Ma ret 2010)

Stroke adalah serangan otak yang terjadi secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan kema­tian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. Secara sederhana, stroke terjadi jika aliran darah ke otak terputus. Otak kita sangat tergantung pada pasokan darah yang berkesinambungan, yang dialirkan oleh arteri (pembuluh nadi). Jika pasokan darah terhenti, akibat pembekuan darah atau pecahnya pembuluh darah, akan terjadi kerusakan pada otak yang tidak dapat diperbaiki. Akibatnya, fungsi kontrol bagian tubuh oleh daerah yang terkena stroke itu akan hilang atau mengalami gangguan dan dapat mengakibatkan kematian.


Berat atau ringannya dampak serangan stroke sangat bervariasi, aliran darah terputus hanya pada area yang kecil atau terjadi pada daerah otak yang tidak rawan, efeknya ringan dan berlangsung sementara. Sebaliknya, jika aliran darah terputus pada daerah yang luas atau pada bagian otak yang vital, akan terjadi kelumpuhan yang parah sampai pada kematian.

Secara umum serangan stroke ditandai adanya rasa lemah atau mati rasa mendadak pada wajah, lengan, dan kaki, tiba- tiba kehilangan penglihatan atau gelap dan kabur, terutama di salah satu mata.

Stroke disebut sebagai silent killer karena dapat muncul tanpa adanya gejala sebelum-sebelumnya. Seseorang dapat merasa sehat seumur hidupnya, tanpa keluhan spesifik, namun tiba-tiba terserang stroke. Cara untuk menghindari atau menurunkan kemungkinan terkena stroke adalah dengan mengurangi faktor risikonya. Mulailah hidup sehat, ubah diet/pola makan Anda menjadi pola makan yang sehat jantung dan perbanyak aktivitas fisik.

Artikel sebelumnya: Penyakit kardiovaskular yang pelumpuhkan

Penyakit Kardiovaskular yang Melumpuhkan


Otak manusia mempunyai 100 miliar sel saraf dan triliunan sambungan saraf. Walaupun berat otak hanya 2 persen dari berat tubuh, tetapi 70 persen oksigen serta bahan gizi lain yang dibutuh- kan tubuh manusia digunakan untuk otak agar dapat berfungsi dengan baik. Berbeda dengan otot, otak tidak mampu menyimpan zat gizi untuk cadangan, sehingga otak membutuhkan aliran darah segar untuk bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Stroke terjadi bila pasokan darah mengalami hambatan, se­hingga jaringan otak tidak dapat memperoleh darah ataupun oksi­gen. Padahal otak membutuhkan banyak oksigen. Satu-satunya sumber oksigen otak diperoleh dari peredaran darah setiap detik, yakni sekitar 18 persen dari stok oksigen yang melalui peredaran darah. Bila otak mengalami kekurangan pasokan oksigen dan zat gizi penting dalam waktu 4 menit saja, maka sel otak akan mati.

Bagaimana Gejalanya, dan Apakah Ada Komplikasinya?

Sebenarnya, ada tanda-tanda peringatan sebelum terjadinya serangan stroke. Karena itu, bila mendapati satu atau lebih dari tanda-tanda peringatan tersebut, segeralah pergi ke dokter. Boleh jadi tanda-tanda tersebut mengisyaratkan kemungkinan terkena stroke, atau gangguan darah otak sesaat (transien iskemik). Tanda-tanda tersebut, adalah:
•       Rasa lemah atau mati rasa mendadak pada wajah, lengan, atau kaki di salah satu sisi tubuh.
•       Tiba-tiba kehilangan penglihatan, atau penglihatan menjadi gelap dan kabur, terutama di salah satu mata.
•       Hilangnya kemampuan bicara, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami pembicaraan.
•       Sakit kepala yang hebat secara mendadak, tanpa penyebab yang jelas.
•       Rasa pusing yang tidak dapat dijelaskan, sempoyongan, atau tiba-tiba jatuh, terutama apabila disertai dengan salah satu dari gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah Anda agar tidak rentan terhadap stroke. Bila Anda mengalami satu atau lebih dari gejala diatas, segera pergi ke dokter karena penangana stroke yang maksimal adalah di 3-6 jam setelah terjadi serangan.

Artkel sebelumnya: Jenis jenis stroke

Jenis-jenis Stroke


Ada dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik yang merupakan sekitar 80 persen dari kasus stroke yang terjadi, dan sisanya adalah stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi  karena penyumbatan pembuluh darah otak, sementara stroke hemoragik terjadi karena adanya pendarahan otak. Namun, apa pun jenis stroke yang diderita, sel-sel dan jaringan otak akan mati karena tidak lagi menerima pasokan oksigen dan bahan makanan dari darah.
Sebagian besar kasus stroke yang terjadi adalah stroke iskemik. Setiap tahun sekitar 15 juta orang di seluruh dunia mengalami stroke, dan 88 persen di antaranya tergolong stroke iskemik.
Stroke iskemik disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu kondisi di mana terjadi penumpukan timbunan lemak dan kolesterol, yang disebut plak, dalam pembuluh darah. Penumpukan plak tersebut menyebabkan dinding dalam arteri menjadi kasar, dan tidak rata bagaikan batu besar di tengah aliran sungai deras, sehingga dapat menyebabkan perputaran aliran di sekitar timbunan tersebut. Lama-kelamaan timbunan tersebut dapat menjadi gumpalan yang lebih besar, se­hingga menghambat aliran darah. Akibatnya, otak akan mengalami kekurangan pasokan oksigen. Jika kelambatan pasokan berlarut, sel- sel jaringan otak akan mati.
Kadang-kadang, terjadi gejala stroke singkat yang timbul karena terganggunya pasokan darah. Kondisi ini disebut gangguan peredaran darah sesaat di otak atau transient ischemic attack (TIA), yang biasa disebut stroke ringan. Sewaktu terjadi serangan itu, tubuh akan melepaskan enzim yang akan melarutkan gumpalan terse­but dengan cepat, dan memperbaiki kembali aliran darah. Pada saat itulah, meski hanya singkat, penderita serangan stroke masih bisa diselamatkan dari akibat yang lebih parah.
Ini berbeda dengan stroke hemoragik yang terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga darah mengalir ke rongga di sekitar jaringan otak.

Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah sehingga darah mengalir dan mengisi rongga-rongga jaringan otak serta merusak jaringan otak di sekitarnya. Selain itu, sel-sel otak pada bagian lain dari bocoran itu akan mengalami kekurangan pasokan darah, sehingga mengalami kerusakan pula.
Salah satu penyebab stroke hemoragik adalah pembengkakan pembuluh darah (aneurisma). Terjadi "penggelembungan" pada salah satu bagian yang lemah dari dinding pembuluh darah yang berkembang seiring bertambahnya usia. Ada juga akibat faktor keturunan. Namun, penyebab umum dari stroke hemoragik adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Walaupun lebih jarang terjadi, dibandingkan dengan stroke iskemik, stroke hemoragik lebih mematikan. Biasanya sekitar 50 persen orang yang mengalami stroke hemoragik meninggal dunia, sedangkan pada penderita stroke iskemik peluang itu hanya seki­tar 20 persen saja. Biasanya, stroke yang terjadi pada orang berusia muda adalah tipe stroke hemoragik ini.
Apapun jenis strokenya, baik stroke iskemik maupun hemoragik , keduanya minimal akan menyebabkan kerusakan pada otak sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan parsial yang biasanya terjadi pada sebagian anggota tubuh. Jika sel otak yang rusak adalah bagian yang mengatur memori, maka orang tersebut dapat kehilangan sebagian ingatannya. Atau jika yang rusak adalah yang mengatur saraf di lidah, akan sulit untuk berbicara bahkan awalnya dapat sulit untuk mengunyah dan menelan makanan. Dan pemulihan stroke memerlukan waktu berbulan-bulan disertai fisioterapi.

Kurangi risiko penyumbatan di pembuluh darah karena plak maupun gumpalan darah dengan program Smart Detox. Salah satu produk yang digunakan dalam program Smart Detox mengandung l-arginin yang memenangkan hadiah Nobel tahun 1998 untuk kategori riset. Dikombinasikan dengan 4 produk lainnya, program Smart Detox dapat membantu membersihkan tubuh Anda dari plak dan racun lainnya sehingga fungsi organ-organ Anda dapat diperbaiki dan diperbaharui. 
Segera kontak 087871892789 / 08121059195 atau melalui blackberry pin 327F81A8 untuk info lebih jelas tentang Smart Detox.

Artikel Sebelumnya : Cegah stroke dengan mengontrol faktor risiko


Cara Cegah Stroke Ringan dengan Mengontrol Risiko


Usaha terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan stroke adalah dengan sebisa mungkin menyingkirkan faktor risiko. Faktor risiko penyebab stroke dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tak dapat dikendalikan dan faktor risiko yang dapat dikendalikan.

Beberapa faktor risiko yang tak mungkin dikendalikan adalah usia, jenis kelamin (pria lebih berisiko), garis keturunan, dan ras. Sementara faktor-faktor risiko stroke seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung, diabe­tes, kadar kolesterol darah tinggi, kebiasaan merokok, dan konsunisi alkohol berlebihan, sebenarnya dapat dikendalikan dengan bantuan obat dan perubahan gaya hidup.

Usaha yang paling masuk akal untuk menghindari risiko maut ini adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup modern dengan pola makan tinggi lemak dan gula yang berlebihan serta malas berolahraga, dapat meningkatkan kadar kolesterol, sehingga mengganggu pembuluh darah yang akhirnya dapat memicu serangan stroke. Alangkah baiknya jika pola makan sehat dan olah raga dilakukan sejak usia muda.

Bagi mereka yang telanjur menderita stroke tentu harus segera mengubah gaya hidup guna mengontrol faktor risiko. Sejauh ini cara medis untuk penanganan stroke adalah dengan operasi dan penanganan secara holistik yang melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran. Penggunaan jenis obat tertentu memiliki efek positif dan cukup memberikan perbaikan berarti kepada pasien stroke. Sementara bagi mereka yang tidak terserang stroke, menjalani gaya hidup sehat tentu saja sangat membantu dalam mencegah stroke, dengan menjaga kesehatan dinding pembuluh darah sejak dini.

Selain itu, berolahraga, menjaga asupan makanan, menjauhkan diri dari stres, dan mengonsumsi suplemen sebagai alternatif, dapat dilakukan pasien stroke untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah serangan stroke berulang. Pasien stroke juga harus terus berusaha mengontrol faktor risiko dan menjalani terapi medis.

Jangan lupa, perhatian dan kasih sayang dari orang terdekat juga sangat dibutuhkan pasien stroke. Ini merupakan obat alami yang akan menumbuhkan semangat dalam diri pasien, sehingga dapat menikmati kehidupan selanjutnya.

Dari sejumlah faktor risiko yang telah disebutkan diatas, berapa banyak faktor risiko yang ada dalam diri Anda? Tentu sulit mengubah faktor risiko yang tak dapat dikendalikan, bahkan tidak mungkin. Namun ada faktor-faktor risiko yang dapat dikendalikan dan tentunya mengurangi faktor-faktor risiko inilah yang dapat membantu kita untuk menghindari terkena serangan stroke. Nah, mengingat beratnya risiko terkena stroke, mari kita berusaha mencegahnya sebisa mungkin mulai dari sekarang!

Lakukan program Smart Detox untuk gaya hidup sehat jantung. Menggunakan produk-produk berkualitas tinggi dari Synergy Worlwide yang dirancang oleh dokter konsultan Synergy dan dilakukan selama 20-40 hari untuk membersihkan 6 organ penting di tubuh Anda sehingga akan memperbaiki sistem pembuluh darah dan jantung, fungsi hati, paru-paru, ginjal, usus besar, juga fungsi otot. Hubungi 087871892789 / 08121059195 atau melalui blackberry pin 327F81A8.

Artikel sebelumnya : Gejala stroke ringan

GEJALA STROKE RINGAN


Gejala stroke ringan mirip dengan stroke biasa. Berikut ini adalah beberapa gejala stroke ringan, tergantung bagian mana dari sistem peredaran darah dan otak Anda yang terkena.
•             Masalah penglihatan pada salah satu atau kedua mata, termasuk penglihatan ganda dan kebutaan sementara.
•             Pusing, bingung, dan lemah.
•             Kesulitan berbicara, termasuk berbicara dengan intonasi kacau.
•             Tidak dapat berjalan [ataxia).
•             Kehilangan ingatan atau kesadaran secara tiba-tiba.


Banyak orang awam yang menganggap gejala stroke sebagai sakit kepala biasa. Sakit kepala memang gejala stroke yang mini­mal, tapi tak bisa dianggap biasa. Dr Prijo Sidipratomo, Sp. Rad, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang merupakan dokter spesialis radiologi, menyatakan bahwa gejala ringan seperti sakit kepala memang cukup minimal sehingga sering dianggap remeh, tetapi dalam pemeriksaan lanjutan mungkin akan ditemukan kelainan. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut penting sekali untuk dilakukan jika kerap terserang sakit kepala, apalagi sampai sakit kepala yang kronis.

Sakit kepala merupakan gejala stroke ringan yang bisa hilang dalam beberapa menit atau jam. Selain sakit kepala, gejala stroke ringan lainnya antara lain bingung, pandangan kabur, kesemutan dan hilang keseimbangan.

Artikel sebelumnya : Bagaimana stroke berawal

Bagaimana Stroke Berawal?


Stroke terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Aliran darah ke otak terhenti karena penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis) atau pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah ke otak.
Serangan stroke berawal saat bagian tertentu di otak mengalami kerusakan akibat jumlah darah yang masuk sangat kurang atau tidak ada sama sekali.
Biasanya, kerusakan pembuluh darah tersebut tidak terjadi seketika, melainkan sudah terbentuk sejak lama. Faktor-faktor risiko seperti hipertensi menyebabkan pemasukan darah yang membawa oksigen dan bahan makanan secara terus-menerus terhambat, akibatnya terjadi penggumpalan darah pada saluran arteri yang lama-kelamaan menghalangi aliran darah menuju otak.
Penggumpalan darah ini bisa juga menyebabkan pembuluh darah di otak pecah, sehingga darah membanjiri otak.
Gangguan pembuluh darah otak menyebabkan terganggunya fungsi otak. Padahal otak inilah yang mengatur seluruh organ tubuh. Dengan demikian, bagian tubuh yang kerjanya diatur oleh sel-sel tersebut pun menjadi tidak berfungsi.
Terganggunya keseimbangan otak memang tidak terlihat. Yang tampak jelas terlihat adalah gangguan fungsi organ, misalnya lumpuh sebelah badan, sulit berbicara, atau terganggunya fungsi berbahasa.
Kelumpuhan fisik akibat terganggunya fungsi otak umumnya bersifat sementara. Dengan penanganan yang tepat dan latihan terus-menerus, penderita sedikit demi sedikit dapat pulih kembali, meskipun terkadang tidak dapat normal seperti semula. Kemam- puan otak untuk pulih kembali sangat tergantung pada berapa lama proses pengiriman darah terganggu, serta bagian otak mana yang terkena. Semakin lama pengiriman darah terganggu, semakin besar kemungkinan terjadi kerusakan yang bersifat permanen.

Tips Menghindari Stroke di Usia Muda


Untuk mencegah stroke kita disarankan untuk benar-benar mengontrol faktor risiko sejak dini. Faktor risiko antara lain bersifat medis, yaitu tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga, dan migrain.
Sementara itu faktor risiko yang berhubungan dengan gaya hidup, antara lain merokok (aktif & pasif), konsumsi makanan tak sehat {junk food, fast food), konsumsi minuman beralkohol dan narkoba, kurang olahraga, tidur mendengkur, kontrasepsi oral, serta obesitas. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah stroke sejak usia muda.

  • Periksa tekanan darah secara rutin. Riset menunjukkan bahwa rajin mengontrol tekanan darah sejak usia muda dapat mengurangi 40 persen risiko stroke.
  •  Singkirkan rokok. Hasil studi memperlihatkan bahwa men- jauhi rokok dapat mengurangi risiko stroke sampai 33 per­sen.
  •  Periksa leher. Mintalah pada dokter untuk mendengarkan bunyi mendesing di leher. Ini penting jika Anda mengalami aterosklerosis, yaitu pengerasan dan penebalan pembuluh darah yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah.
  •  Olahraga. Riset menunjukkan bahwa mereka yang mulai la- tihan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang penyakit stroke berkurang 57 persen. Sedangkan yang mulai latihan berolahraga pada usia 40-55 tahun, kesempatannya hanya 37 persen lebih baik untuk terhindar dari stroke.
  • Konsumsi sayur dan buah. Asal berwarna hijau atau oranye, santap saja! Mengonsumsi sayur-sayuran berwarna hijau dan buah-buahan setiap hari sangat baik untuk mencegah stroke.
  • Konsumsi kalium. Riset menegaskan bahwa mengonsumsi makanan kaya mineral kalium sehari-hari dapat mengurangi risiko terserang stroke sebesar 40 persen. Kentang adalah sumber kalium yang baik, selain avokad, kedelai, pisang, salmon, dan tomat.
  • Kurangi lemak. Apa yang baik bagi jantung Anda, baik pula bagi otak Anda. Menjaga kadar kolesterol berarti mengham- bat aterosklerosis dan stroke. Konsumsi lemak tidak lebih dari 25 persen kebutuhan kalori.
  • Jauhi alkohol. Konsumsi alkohol meningkatkan tekanan darah sehingga meningkatkan risiko stroke. Ini karena kon­sumsi alkohol dapat memengaruhi kekentalan dan penggumpalan darah, yang menjurus ke pendarahan di otak serta meningkatkan risiko stroke iskemik.

Mengapa Tekanan Darah Tinggi harus diperhatikan


Mengapa Tekanan Darah Tinggi Penting
Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan masalah-masalah kesehatan serius. Konsekuensi potensial ini dapat mendorong Anda untuk menjaga pembuluh arteri Anda dan untuk hidup lebih sehat.

Apakah tekanan darah tinggi memang seberbahaya itu?
Ya, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat melukai atau membunuh Anda. Tekanan darah tinggi kadang disebut "the silent killer" karena tekanan darah tinggi tidak ada gejalanya, jadi Anda mungkin tidak menyadari kalau penyakit ini merusak pembuluh darah, jantung dan organ-organ dalam Anda.
Konsukensi kesehatan ini dapat terjadi seiring waktu ketika penyakit darah tinggi tidak ditangani, termasuk:
  • Kerusakan jantung dan pembuluh darah koroner, termasuk serangan jantung, penyakit jantung, gagal jantung, pembedahan aorta dan atherosclerosis (penumpukan lemak di pembuluh darah sehingga dinding pembuluh darah mengeras)
  • Stroke
  • Kerusakan ginjal
  • Kehilangan penglihatan
  • Disfungsi ereksi
  • Hilang ingatan
  • Cairan di paru-paru
  • Angina
  • Penyakit sekeliling pembuluh darah
Tapi ingat, ini bukanlah gejala-gejala penyakit darah tinggi. Darah tinggi adalah penyakit yang tidak bergejala kecuali pada kasus-kasus ekstrem yang disebut krisis hipertensi (hypertensive crisis). Ketika hasil pengukuran tensi naik hingga sistoliknya (angka atas) 180 atau lebih  —ATAU diastoliknya (angka bawah) 110 atau lebih —, segera hubungi penanganan medis darurat (UGD).
Orang-orang yang tekanan darahnya diatas 140/90 mm Hg (sistolik 140 atau lebih ATAU diastolik 90 atau lebih) biasanya menjadi pasien yang ditangani untuk penyakit kardiovaskular serius.
Close Up Of Woman Holding Temple
77%
orang Amerika yang ditangani karena stroke pertama, memiliki tekanan darah diatas 140/90
Man's Hands Grasping Chest
69%
orang Amerika yang terkena serangan jantung pertama, memiliki tekanan darah diatas 140/90
Nurse Pushing Gurney down Hospital Hall
74%
orang Amerika yang terkena lemah jantung memiliki tekanan darah diatas 140/90
Risiko Anda bahkan semakin meningkat jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan juga faktor-faktor risiko berikut:
  • Usia
  • Keturunan/bakat (termasuk ras)
  • Gender (laki-laki)
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Jarang/kurang beraktivitas fisik
Melalui penanganan dan pengurangan risiko tekanan darah tinggi, Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit ini.


Artikel lainnya : Apa gejala tekanan darah tinggi?
Baca Artikel Lainnya : Mitos tentang Darah Tinggi