Stroke termasuk salah satu penyakit berbahaya yang membunuh secara
diam-diam (sillent killer), paling tidak menyebabkan kecacatan. Dari data WHO, World Health
Report tahun 2004, diketahui bahwa sebanyak 30 persen dari total kematian di
dunia disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke. Di Amerika saja, negara
adidaya dengan kesadaran kesehatan masyarakat yang cukup tinggi, setiap menit
satu orang terkena stroke.
Menurut Dr. Muhammad Kurniawan SpS, dokter spesialis saraf dari
RSCM - FKUI, Jakarta, dalam sebuah wawancara dengan sebuah media ibu kota,
stroke merupakan gangguan pada pembuluh darah otak yang menyebabkan munculnya
gejala neurologis. (Republika, 14 Ma ret 2010)
Stroke adalah serangan otak yang terjadi secara tiba-tiba yang
dapat mengakibatkan kematian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. Secara
sederhana, stroke terjadi jika aliran darah ke otak terputus. Otak kita sangat
tergantung pada pasokan darah yang berkesinambungan, yang dialirkan oleh
arteri (pembuluh nadi). Jika pasokan darah terhenti, akibat pembekuan darah
atau pecahnya pembuluh darah, akan terjadi kerusakan pada otak yang tidak dapat
diperbaiki. Akibatnya, fungsi kontrol bagian tubuh oleh daerah yang terkena
stroke itu akan hilang atau mengalami gangguan dan dapat mengakibatkan
kematian.
Berat atau ringannya
dampak serangan stroke sangat bervariasi, aliran darah terputus hanya pada
area yang kecil atau terjadi pada daerah otak yang tidak rawan, efeknya ringan
dan berlangsung sementara. Sebaliknya, jika aliran darah terputus pada daerah
yang luas atau pada bagian otak yang vital, akan terjadi kelumpuhan yang parah
sampai pada kematian.
Secara umum serangan stroke
ditandai adanya rasa lemah atau mati rasa mendadak pada wajah, lengan, dan
kaki, tiba- tiba kehilangan penglihatan atau gelap dan kabur, terutama di salah
satu mata.
Stroke disebut
sebagai silent killer karena dapat
muncul tanpa adanya gejala sebelum-sebelumnya. Seseorang dapat merasa sehat
seumur hidupnya, tanpa keluhan spesifik, namun tiba-tiba terserang stroke. Cara
untuk menghindari atau menurunkan kemungkinan terkena stroke adalah dengan
mengurangi faktor risikonya. Mulailah hidup sehat, ubah diet/pola makan Anda menjadi
pola makan yang sehat jantung dan perbanyak aktivitas fisik.
Artikel sebelumnya: Penyakit kardiovaskular yang pelumpuhkan
Artikel sebelumnya: Penyakit kardiovaskular yang pelumpuhkan






