REDAM PANAS DI PERUT
Pencernaan kita kadang sensitif. Misalnya, timbul rasa panas di bagian tengah atas perut, dekat jantung atau dada. Istilah lainnya, GERD (Gastric Esophaegal Reflux Diease atau lebih populer dengan sebutan Acid Reflux). Kondisi ini dipicu oleh membanjirnya cairan asam lambung.
Ada beberapa pilihan atau cara untuk mengatasinya:
1. Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB dari Dept. Ilmu Penyakit Dalam RSCM, gangguan pencernaan berupa rasa panas dapat terjadi di bagian atas perut, dada, dan daerah ulu hati. Penyebabnya adalah meningkatnya asam lambung yang lalu naik keatas. Gejala panas dapat dirasakan kapan saja namun banyak pasien mengeluhkan gejala pada tengah malam. Anjuran dari Dr. Ari Fahrial adalah dengan mengkonsumsi obat untuk menetralkan asam lambung seperti antasida atau obat penghambat asam atas rekomendasi dokter. Hindari makan coklat dan keju karena dua jenis makanan ini menghambat pengosongan lambung.
2. Menurut Charles Gerson, MD, seorang terapis alternatif, rasa panas di perut dapat terjadi karena hipnosis stres yang dapat memicu produksi asam dan melambatkan proses pencernaan. Hilangkan stres dengan latihan visualisai yang ampuh meredakan kegelisahan diri agar otot kerongkongan dapat berfungsi lebih baik menahan asam lambung dan iritasi saluran pencernaan pun mudah diobati. Anjuran dari beliau adalah mencoba membuat tubuh jadi rileks agar dapat berkonsentrasi. Ini penting sebelum melakukan latihan visualisasi. Salah satu caranya adalah dengan membayangkan air mengalir pelan, turun dari kerongkongan menuju perut.
3. Menurut Pat Baird, ahli nutrisi dari American Dietetic Association, makanan pedas atau asam dan minuman dengan kafein seperti kopi, berpotensi menimbulkan rasa panas. Begitu pula dengan makanan berlemak tinggi karena dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat asam lambung membludak naik menuju kerongkongan. Beliau menganjurkan untuk mengindari makanan yang berlemak seperti keju, gorengan, coklat, serta susu. Namun konsumsi daging masih diperbolehkan agar kebutuhan protein dalam tubuh terpenuhi. Makanlah daging tanpa lemak dan protein nabati.
Sumber: majalah Prevention
Untuk meredakan rasa panas di perut dan juga menetralkan asam lambung, Synergy worldwide menyarankan produk Liquid Chlorophyll yang mengandung spearmint untuk dikonsumsi minimal 2x sehari, pagi dan sore, atau disaat Anda merasakan gejala panas di perut maupun ketika asam lambung meningkat. Dapat diminum tanpa maupun dengan dilarutkan ke segelas air putih.
Artikel lainnya: Resiko kegemukan dan obesitas
Artikel sebelumnya: Apakah kanker serviks?
Ada beberapa pilihan atau cara untuk mengatasinya:
1. Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB dari Dept. Ilmu Penyakit Dalam RSCM, gangguan pencernaan berupa rasa panas dapat terjadi di bagian atas perut, dada, dan daerah ulu hati. Penyebabnya adalah meningkatnya asam lambung yang lalu naik keatas. Gejala panas dapat dirasakan kapan saja namun banyak pasien mengeluhkan gejala pada tengah malam. Anjuran dari Dr. Ari Fahrial adalah dengan mengkonsumsi obat untuk menetralkan asam lambung seperti antasida atau obat penghambat asam atas rekomendasi dokter. Hindari makan coklat dan keju karena dua jenis makanan ini menghambat pengosongan lambung.
2. Menurut Charles Gerson, MD, seorang terapis alternatif, rasa panas di perut dapat terjadi karena hipnosis stres yang dapat memicu produksi asam dan melambatkan proses pencernaan. Hilangkan stres dengan latihan visualisai yang ampuh meredakan kegelisahan diri agar otot kerongkongan dapat berfungsi lebih baik menahan asam lambung dan iritasi saluran pencernaan pun mudah diobati. Anjuran dari beliau adalah mencoba membuat tubuh jadi rileks agar dapat berkonsentrasi. Ini penting sebelum melakukan latihan visualisasi. Salah satu caranya adalah dengan membayangkan air mengalir pelan, turun dari kerongkongan menuju perut.
3. Menurut Pat Baird, ahli nutrisi dari American Dietetic Association, makanan pedas atau asam dan minuman dengan kafein seperti kopi, berpotensi menimbulkan rasa panas. Begitu pula dengan makanan berlemak tinggi karena dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat asam lambung membludak naik menuju kerongkongan. Beliau menganjurkan untuk mengindari makanan yang berlemak seperti keju, gorengan, coklat, serta susu. Namun konsumsi daging masih diperbolehkan agar kebutuhan protein dalam tubuh terpenuhi. Makanlah daging tanpa lemak dan protein nabati.
Sumber: majalah Prevention
Untuk meredakan rasa panas di perut dan juga menetralkan asam lambung, Synergy worldwide menyarankan produk Liquid Chlorophyll yang mengandung spearmint untuk dikonsumsi minimal 2x sehari, pagi dan sore, atau disaat Anda merasakan gejala panas di perut maupun ketika asam lambung meningkat. Dapat diminum tanpa maupun dengan dilarutkan ke segelas air putih.
Artikel lainnya: Resiko kegemukan dan obesitas
Artikel sebelumnya: Apakah kanker serviks?





