Bagaimana Usia Mengubah Metabolismemu



Memang benar, metabolismemu melambat sejalan dengan bertambahnya usia, namun bukan berarti semuanya buruk. Dimulai pada usia sekitar 25, metabolisme orang rata-rata menurun antara 5% dan 10% per dekade, jelas Berardi, berarti bangsa Amerika Utara khususnya kehilangan antara 20% dan 40% dari daya metabolik mereka selama usia dewasa mereka.
Berita baiknya? Tingginya angka penurunan metabolisme bukannya tidak terhindarkan. Ini hanya terjadi karena orang-orang Amerika Utara cenderung menjadi sangat tidak aktif sejalan dengan pertambahan usia mereka. Bahkan faktanya, riset menunjukkan bahwa orang-orang yang menjaga level aktivitasnya selama masa hidupnya bisa mengharapkan hanya mengalami penurunan metabolik sebanyak 0.3% per dekade. Ini adalah perbedaan yang sangat besar, menurut Berardi – hanya penurunan total sebanyak 1% hingga 2% selama masa hidup seseorang.

Untuk meningkatkan metabolismemu – dan menjaganya tetap begitu – lakukan kebiasaan berikut:

Bangun otot. Menambah hanya 2.5 sampai 5 kg massa otot akan mempercepat metabolisme istirahatmu – yaitu jumlah kalori yang dibakar oleh tubuhmu agar tetap hidup – sekitar 100 kalori, setiap hari, jelas Berardi.

Bakar, bakar, bakar. Maksimalkan jumlah kalori yang kamu bakar setelah olah raga dengan memasukkan interval intensitas tinggi dalam latihanmu. Ubah 3 menit olah raga lari atau bersepeda yang intensitasnya sedang dengan 30 detik latihan yang sama tapi dengan usaha habis-habisan. Kamu akan membakar 100 sampai 200 kalori tambahan dengan cara ini, kata Berardi, bahkan saat kamu duduk di sofa atau berbaring di tempat tidur.

Tidur yang cukup. Irit tidur bisa mengubah metabolismemu, kata Sanjay Patel, MD, asisten profesor obat-obatan di Case Western Reserve University di Ohio. Kurang tidur dapat menurunkan jumlah kalori yang dibakar tubuhmu ketika sedang beristirahat – ketika tubuhmu hanya digunakan untuk melaksanakan kebutuhan hidup dasar, seperti memompa darah, bernapas dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Menurut Berardi, tingkat kalori yang dibakar tubuhmu ketika sedang beristirahat mewakili sekitar 60% hingga 75% dari total kalori harian yang dibakar, yang membuat perlambatannya akibat kurang tidur menjadi hambatan yang serius.

Makan lebih sering. Berardi merekomendasikan makan tiap 2 atau 3 jam. Tiap kali kamu makan, kamu merangsang metabolismemu untuk jangka waktu yang pendek. Berarti makin sering kamu makan, makin banyak kamu meningkatkan metabolismemu. Makan tiap 2 hingga 3 jam memberi makan otot dan membuat lemak menjadi kelaparan. Dengan sering makan, kamu memastikan tubuhmu tidak akan kelaparan; bahwa akan selalu tersedia makanan. Melewatkan sarapan, hanya makan roti isi untuk makan siang, dan kalap ketika makan malam, di sisi lain, menakuti tubuhmu sehingga tubuhmu akan menyimpan lemak, untuk berjaga-jaga seandainya tidak akan ada makanan lagi lain kali.

Riset dari Georgia State University menunjukkan bahwa orang-orang yang makan tiap 2 hingga 3 jam memiliki lebih sedikit lemak tubuh dan metabolisme yang lebih cepat dibanding orang-orang yang makan hanya 2 atau 3 kali per hari.… Namun kamu tetap harus memilih makanan yang benar. Sering makan bukan berarti ngemil, kata Berardi memperingatkan. Daripada mengunyah tak tentu, lebih baik makan lengkap dengan porsi mini – lengkap dengan porsi sayuran dan sumber protein sehat seperti telur, ayam, atau kacan-kacangan. Meningkatkan asupan makanan yang kaya serat seperti sayuran adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan metabolismemu, tambah Kristine Clark, PhD, RD, FACSM, asisten profesor dan direktur nutrisi olah raga di Pennsylvania State University. Serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna, namun tubuh kita akan tetap berusaha keras untuk mengurainya, menggunakan energi lebih banyak – sehingga meningatkan metabolisme dalam prosesnya. Ditambah lagi, sayuran kalorinya rendah, namun kaya nutrisi – keuntungan besar bagi usaha menurunkan berat badanmu.

Kebenaran nyata. Penguat metabolisme lainnya seperti teh hijau, kafein, dan cabai, tetap saja sebaiknya kamu lebih banyak terfokus pada menurunkan berat badanmu dengan cara lain. Sebuah komponen di teh hijau yang disebut ECGC telah terbukti menaikkan metabolisme sedikit, ujar Clark, namun ini tetap tidak cukup untuk membuat perbedaan pada berat badan. Capsaicin, zat yang terdapat dalam cabai yang membuat rasanya pedas, meningkatkan metabolisme juga, namun juga tetap saja tidak membuat perubahan yang cukup signifikan bagi penurunan berat badan. Kafein bisa dan juga bisa jadi tidak membantu penurunan berat badan – sebagai stimulan sistem saraf pusat, jelas meningkatkan metabolisme, tambahnya, namun penelitian tentang efeknya pada penurunan berat badan masih memberikan hasil yang berbeda-beda.

Pilih ikan. EPA dan DHA, asam lemak omega-3 yang hanya ditemukan di minyak ikan, bisa memiliki daya untuk meningkatkan metabolismemu secara pesat – dengan hanya sekitar 400 kalori per hari, lapor para periset dari University of Western Ontario. Minyak ikan meningkatkan tingkat enzim pembakaran lemak dan menurunkan tingkat enzim penyimpan lemak di tubuhmu. Untuk manfaat peningkatan metabolisme terbaik, pilih kapsul yang mengandung setidaknya 300 milligram total EPA dan DHA.

Jaga temperaturmu. Menurut DavidAllison, PhD, profesor biostatistik dan direktur  pusat nutrisi klinis di University of Alabama, di Birmingham, kebergantungan kita pada peralatan modern seperti pemanas atau pendingin ruangan dapat berperan terhadap ukuran lingkar pinggang kita. Membuat diri kita terlalu nyaman mengurangi energi yang kita keluarkan untuk tetap hangat di musim yang dingin dan tetap sejuk di musim kemarau, ujar Allison. Tambahan lagi, baik hewan maupun manusia mengkonsumso lebih banyak makanan ketika temperaturnya netral, dan makan lebih sedikit ketika mereka merasa kepanasan ataupun kedinginan. Tentu saja bukan berarti kamu harus membuang perlengkapan modernmu, namun tidak ada ruginya mengurangi penggunaan mereka sedikit – khususnya bila itu berarti kamu akan membakar lebih banyak kalori tanpa berusaha sedikit pun.

Mari menjadi lebih aktif. Jangan pernah duduk jika kamu bisa berdiri, atau berdiri diam jika kamu bisa berjalan. Terima kasih pada pekerjaan di belakang meja, komitmen keluarga, dan serentetan tayangan TV yang “wajib” ditonton, kebanyakan dari kita bergerak lebih sedikit di usia 30, 40, dan setelahnya dibanding ketika kita masih remaja dan usia 20an, kata Berardi. Pergerakan reguler selama periode tertentu – apakah itu perjalanan ke dispenser air minum di kantor atau berjalan-jalan memutari satu blok setelah makan sian – mendorong metabolisme yang lambat untuk bergrak, mengangkat semangatmu dan membuang kelebihan lemak.

Sumber: WebMD.