KANKER LEHER RAHIM
Terdapat bermacam jenis kanker yang menggerogoti organ
kandunga. Salah satunya yang paling banyak diderita wanita adalah kanker leher
rahim atau kanker serviks. Hingga kini, kanker serviks masih menjadi masalah
karena tingkat kematian wanita yang disebabkn kanker eher rahim tinggi sekali,
terutama stadium lanjut sekitar 70-90%. Ini tentu sangat memprihatinkan apalagi
sesungghnya kanker leher rahm adalah jenis kanker yang dapat diketahui ejak
dini. Bahkan 5-10 tahun sejak vrus menyerang rahim.
Kanker leher rahim sebenarnya memang sudah lama sekali
menjadi problem di dunia kesehatan yang tidak terselesaikan lantaran insiden
peluang timbulnya penyakit ini makin Lama makin bertambah. Faktor yang
mempengaruhinya bermacam-macam. Salah satunya adalah pengobatan yang tidak
pernah memuaskan. Mengapa demikian? Pertama karena kita tidak penah mengetahui
penyebab kanker leher rahim sehingga sel-sel kanker tersebut dapat berkembang
biak dengan cepat dan tidak bisa dikendalikan oleh tubuh. Kedua adalah faktor
pasiennya sendiri yang kurang sadar untuk memeriksakan penyakit yang mereka
derita. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan sosial
ekonomi, ditambah lagi faktor budaya yang membuat para wanita masih merasa malu
sehingga enggan memeriksakan
masalahnya.
Gejala Kanker Leher Rahim
Pada stadium awal, tidak terdapat gejala yang cukup berarti
bagi penderita kanker leher rahim kecuali keputihan yang tidak khas seerti
encer dan bau yang sangat menyengat. Gejala ini “terasa” karena banyaknya
jaringan-jaringan di dalam rahim yang sudah mati. Gejala lainnya adalah
berdarah saat melakukan hubungan intim.
Karena kurang jelasnya gejala awal pada penyakit kanker
rahim, maka sering dijumpai kasus penyakit ini sudah mencapai tahap stadium ketika
diperiksakan ke dokter. Tentu saja keadaan ini sangat tidak menguntungkan.
Selain itu, kasus penyakit ini menjadi sulit ditangani dengan baik dan
memuaskan, serta biaya yang dikeluarkan akan sangat mahal.
Penyebab Kanker Leher Rahim
Akibatnya meningkatnya jumlah penderita kanker leher rahim
dan juga meluasnya rentang usia wanita yang menderita penyakit ini (dulu
biasanya hanya menyerang wanita berusia 45 tahun keatas, sekarang banyak wanita
berusia 30 tahun yang sudah terkena penyakit kanker leher rahim), pada ahli
kandungan akhirnya mencari tahu penyebab kanker leher rahim. Akhirnya
ditemukanlah sebuah virus yang diberi nama HPV (human pappilomavirus) yang
terdiri dari lebih 100 macam. Pengelompokan kanker berdasarkan jenis yaitu tipe
16 dan 18. Setelah diteliti, kedua jenis virus tersebut mengganggu
pengembangbiakan sel normal. Sel-sel yang terserang virus ini dapat berkembang
dengan sendirinya tanpa dapat dikendalikan oleh tubuh sehingga lama kelamaan
menjadi sel kanker.
Perlindungan dan Pencegahan Dini
Akhir-akhir ini ditemukan cara mencegah virus HPV. Lantas
dibuatlah sejenis vaksin yang dapat diberikan sebagai pencegahan terjadinya
kanker sel rahim. Sebelum itu semua menjadi kenyataan, hal penting yang perlu
dilakukan adalah imunisasi sejak dini. Usia 9-15 tahun adalah waktu terbaik
untuk melakukan imunisasi kanker leher rahim. Tetapi, dapat juga diberikan pada
wanita berusia 22-25 tahun.
Dari beberapa penelitian yang dilakukan, pemberian vaksin
sejak dini dapat melindungi para wanita dari kanker leher rahim (dalam kurun
waktu sekitar 5 tahun). Bagi para wanita yang sudah terinfeksi HPV, langkah
pertama yang dapat dilakukan adalah mengobati penyakit tersebut lebih dahulu,
agar virus HPV tidak berkembang menjadi sel kanker. Setelah diobati, baru
dilakukan vaksinasi. Dengan penanggulangan semacam ini, dapat membentuk
antibodi di dalam tubuh. Secara otomatis sudah melindungi pasien dari
kemungkinan mengidap penyakit kanker leher rahim.
Tindakan pencegahan dini yang dapat dilakukan bila belum
pernah divaksinasi:
- 1. Melakukan papsmear. Salah satu metode deteksi dini agar dapat mengetahui ada atau tidaknya infeksi. Bila sudah ketahuan ada gejala, sebaiknya melakukan terapi penyembuhan.
- 2. Hindari hubungan seksual yang tidak sehat atau multi partner.
- 3. Mengingat HPV ditularkan melalui hubungan seksual, maka hindari kontak langsung dengan pasangan yang tidak sehat atau gunakan kondom.
Sumber: zona sehat bintaro
Kesaksian Ibu Hasta Oktavini :
Artikel lainnya : Redam Panas di Perut
Artikel sebelumnya: Deteksi dini Kanker Payudara






