Oleh Kathleen M. Zelman, MPH, RD, LD
Kamu pasti menginginkan perut yang rata saat ada undangan pesta. Namun
karena kebanyakan minum soda atau keasyikan makan sekantung keripik kentang, perlu
sedikit perjuangan menutup ritsleting celanamu. Perut membuncit tidak hanya
terlihat mengganggu tapi juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik. Untungnya
para ahli berkata bahwa perut buncit seperti ini merupakan kondisi yang dapat
dihindari dengan mudah. ini ada tips mengatasi perut buncit.
Kita bukan berbicara tentang beberapa kelebihan kilo di perut, tapi kita
sedang membicarakan tentang menggembungnya perut sementara yang sering dialami
banyak orang dari waktu ke waktu. Michael Jensen, MD, seorang endokrinolog dan
periset obesitas di Mayo Clinic mengatakan, bila membuncitnya perutmu bukan
disebabkan oleh kondisi medis seperti penyakit jantung atau hati, maka
satu-satunya penyebab bengkaknya perut adalah gas usus – bukan "berat air."
“Perut kembung karena akumulasi
cairan pada orang dewasa yang sehat adalah mitos, krena perut bukanlah tempat
dimana cairan pertama kali berakumulasi," kata Jensen. "Kenyataannya,
Anda pertama kali akan melihatnya di kaki atau pergelangan kakimu saat berdiri."
Jadi apa yang menyebabkan gas terakumulasi dan merusak rasa di badan dan
penampilanmu? Berikut beberapa jawabannya berdasarkan pendapat para pakar,
ditambah dengan saran agar perut tetap langsing.
1. Hindari sembelit.
Kurang serat, cairan, dan aktivitas fisik dapat berujung pada sembelit, yang
menyebabkan perut membuncit, kata Jensen.
Untuk menghindarinya, makan makanan yang kaya serat (25 gram per hari
bagi perempuan dan 38 gram bagi laki-laki) dari biji-bijian utuh, buah-buahan,
sayuran, polong, kacang, dan biji-bijian. Juga perbanyak minum (targetkan 6-8 gelas
sehari) dan aktivitas fisik selama minimal 30 menit, lima kali seminggu.
Jika selama ini makananmu rendah serat, tingkatkan level seratnya secara
bertahap, pastikan juga minum yang banyak untuk toleransi yang lebih baik.
2. Bukan Karena Alergi Ganduan atau Laktosa.
Alergi makanan dan intoleransi dapat menyebabkan gas dan kembung. Namun hal
ini masih harus dikonfirmasi oleh dokter. Banyak orang yang salah mendiagnosa
dirinya sendiri dan akhirnya secara tidak perlu mengurangi produk olahan susu
yang sehat dan gandum utuh dari komposisi makanannya. Jika Anda curiga Anda
memiliki alergi atau intoleransi, konsultasikan ke dokter untuk melakukan tes.
Anda dapat mendapat manfaat dari mengurangi jumlah makanan yang Anda
curigai tersebut atau mengkonsumsinya secara terpisah. Dalam hal produk olahan
susu, akan membantu jika Anda memilih kejua yang sudah tua dan yogurt, yang kadar
laktosanya rendah.
3. Jangan Makan Terlalu Cepat.
Makan dengan cepat dan tidak mengunyah makanan dengan baik dapat mengakibatkan
tertelannya udara sehingga menyebabkan kembung, jelas Dawn Jackson Blatner, RD,
penulis The Flexitarian Diet. Jadi makanlah perlahan dan nikmati makanan Anda. Sebaiknya Anda makan
selama minimal 30 menit. Juga, harap diingat kalau pencernaan dimulai di mulut
dan Anda dapat mengurani risiko kembung dengan mengunyah lebih banyak, kata Blatner.
Manfaat lain dari makan dengan pelan adalah, ketika Anda meluangkan waktu
untuk mengunyah secara sepenuhnya dan merasakan makanan Anda, makanan akan
terasa lebih memuaskan. Penelitian juga telah membuktikan jika Anda makan
secara perlahan, besar kemungkinan Anda makan dalam jumlah lebih sedikit.
4.Jangan Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Berkarbonasi.
Soda di minuman berkarbonasi (bahkan soda diet) dapat menyebabkan gas
terperangkap di perutmu, urai Blatner. Sebaiknya minum air putih yang diberi rasa lemon, jeruk nipis, atau
timun. Atau kurangi saja konsumsi minuman soda Anda per harinya. Coba teh
dengan rasa peppermint untuk minuman yang menenangkan yang dapat mengurangi
kembung.
5. Jangan Kebanyakan Makan Permen Karet.
Permen karet juga dapat mengakibatkan tertelannya udara, yang dapat
menyebabkan kembung. Jika Anda punya kebiasaan makan permen karet, ganti permen karet dengan
menghisap permen yang keras atau makan cemilan yang sehat dan kaya serat seperti
buah-buahan, sayuran, atau popcorn rendah lemak.
6. Hindari Makanan Berpemanis Buatan dari Makanan Bebas Gula.
"Banyak pasien saya yang mengalami perut kembung karena mereka
mengkonsumsi terlalu banyak gula alkohol dari makanan dan minuman berpemanis
buatan," kata Blatner. Ini juga dapat menyebabkan kembung. Para ahli merekomendasikan mengkonsumsi tidak lebih dari 2 atau 3 sajian
makanan dan minuman berpemanis buatan per hari.
7. Batasi Sodium.
Makanan olahan cenderung mengandung banyak sodium dan rendah lemak. Keduanya
dapat berkontribusi pada perasaan kembung, tambah Jensen. Biasakan membaca komposisi makanan, Blatner menyarankan. Ketika membeli
makanan proses, kaleng, atau beku, pilih yang takaran sodiumnya tidak lebih
dari 500 mg per saji apapun produknya – atau total 1,500 hingga 2,300 mg sodium
per hari. Cari komposisi yang mengatakan "bebas sodium," "rendah
sodium," atau "sangat rendah sodium."
8. Jangan Terlalu Banyak Makan Kacang (Buncis) dan Sayuran yang Bergas.
Bagi Anda yang tidak terbiasa makan kacang-kacangan, kacang-kacangan
dapat menyebabkan rasa kembung. Begitu juga sayuran hasil persilangan seperti
brokoli, sawi Brussels, dan kembang kol. Bukan berarti Anda tidak mengkonsumsi
sayuran sarat gizi dan kaya serat ini. “Jangan hawatir dengan kacang-kacangan,"
ujar Blatner. "Masukkan mereka dalam komposisi makananmu hingga badanmu
terbiasa dengan kandungannya yang sebenarnya dapat menyebabkan gas." Atau
Anda bisa minum produk anti-gas, yang dapat membantu mengurangi gas dari
kacang-kacangan atau sayuran.
9. Makan Lebih Sering dengan Porsi Lebih Sedikit
Daripada makan makanan besar tiga kali sehari, coba makan dengan porsi
yang lebih kecil namun lebih sering. Ini dapat membuatmu terbebas dari rasa
kembung yang sering menyertai makan besar (bayangkan lebaran). Makan lebih
sering juga dapat membantu mengontrol gula darah dan mengelola rasa lapar. Jadi coba makan lima hingga enam makan kecil tiap hari, namun pastikan
jumlah makanan dan kalorinya sesuai proporsi kebutuhan Anda.
10. Coba Makanan dan Minuman Anti-Kembung.
Beberapa penelitan mengatakan bahwa teh mint, jahe, nanas, parsley, dan
yogurt mengandung probiotik ("bakteri baik”) yang dapat mengurangi kembung. "Ini adalah makanan aman yang bagus untuk Anda ketika digunakan
selayaknya, jadi mengapa tidak mencobanya dan lihat apakah bisa membantu
menghilangkan kembung?" tambah Blatner.
Selain tips di atasm anda juga bisa menggunakan cara cerdan untuk mengatasi perut buncit, baik akibat kembung maupun memang kelebihan lemak. program diet sehat dengan pola 232 sangat mudah untuk dilakukan didukng oleh produk smart detox synergy yang memberikan hail yang maksimal juga meningkatkan kualitas kesehatan. lakukan selama 20 - 40 hari anda akan mendapatkan kualitas kesehatan yang meningkat, performa seks yang meningkat, berat badan dan bentuk tubuh yang ideal serta bebas dari toxin,anda akan merasa lebih bugar...
more info klik halaman ini, program diet sehat smart detos dengan pola 232.
Artikel sebeliumnya : Bagaimana menurunkan trigliserida
Selain tips di atasm anda juga bisa menggunakan cara cerdan untuk mengatasi perut buncit, baik akibat kembung maupun memang kelebihan lemak. program diet sehat dengan pola 232 sangat mudah untuk dilakukan didukng oleh produk smart detox synergy yang memberikan hail yang maksimal juga meningkatkan kualitas kesehatan. lakukan selama 20 - 40 hari anda akan mendapatkan kualitas kesehatan yang meningkat, performa seks yang meningkat, berat badan dan bentuk tubuh yang ideal serta bebas dari toxin,anda akan merasa lebih bugar...
more info klik halaman ini, program diet sehat smart detos dengan pola 232.
Artikel sebeliumnya : Bagaimana menurunkan trigliserida






